Sabtu, 27 November 2010

12 Pasang ABG Indehoi di Warung Remang-remang !

Sedikitnya 12 pasangan muda-mudi diamankan petugas dalam razia di sejumlah warung remang-remang lereng Gunung Klotok, Desa Lebak Tumpang, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur.



Belasan Anak Baru Gede (ABG) itu justru asyik memadu hasrat di bilik remang warung yang di desain tersekat-sekat. Tanpa memberi toleransi alasan yang dilontarkan, petugas yang terdiri dari gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepolisian Resor Kota dan Dinas Sosial Kota Kediri langsung menggelandang semuanya ke kantor Satpol PP.


"Saya di warung hanya mau beli makanan," ujar salah seorang ABG yang diketahui masih berstatus pelajar. Namun, ketika diminta menunjukkan identitas kependudukan (KTP), remaja tanggung ini hanya mampu menyodorkan kartu pelajar.


Kendati demikian petugas memberikan pelakuan sama seperti para pelaku lainya. "Kita tidak membeda-bedakan pelaku. Semua didata dan diberi pembinaan yang sama sebelum diperbolehkan pulang," ujar Kepala Satpol PP Muhammad Ivantoro kepada wartawan ).


Razia yang digelar sejak Sabtu malam (14/8) berlanjut hingga Minggu (15/8) dini hari. Karenanya saat petugas melakukan penggerebekan, tak satupun pasangan ABG itu berhasil meloloskan diri.


Lokasi warung reman-remang itu sendiri berada cukup jauh dari perkotaan. Suasana gelap, ditambah jauh dari keramaian membuat lokasi yang berada di lereng pegunungan ini memiliki banyak penggemar.


Apalagi lokasi warung dibuat tersekat-sekat layaknya bilik warung internet. Bahkan beberapa waktu lalu, lokasi tersebut diduga menjadi tempat pasangan pelajar membuat video mesum. Karenanya tidak heran jika petugas selalu menjadikan warung remang-remang tersebut sebagai prioritas razia. Kita selalu melakukan pemantaun rutin di lokasi ini, terang Ivantoro.


Dari warung remang-remang petugas bergeser ke lokalisasi Semampir. Namun petugas menjumpai seluruh wisma tempat Pekerja Seks Komersial (PSK) dalam keadaan kosong tertutup rapat dan tidak ada satupun PSK yang beroperasi. Untuk PSK memang semuanya tidak berkegiatan selama puasa ini, papar Ivantoro.


Menurut keterangan Sarji selaku Ketua Rukun Tetangga setempat, para PSK sudah menghentikan kegiatan dan dipulangkan seminggu sebelum puasa. "Dan semuanya memang keluar dari lokasi seperti tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.


Dari informasi yang dihimpun, di lokalisasi Semampir, tercatat ada 180 PSK yang berstatus sebagai penghuni lokalisasi. Dengan adanya kebijakan pemerintah daerah setempat yang melarang PSK beroperasi selama bulan Ramadan, tidak sedikit dari mereka (PSK) yang pindah ke tempat lain. "Itu biasanya para PSK yang bandel," pungkasnya.


Diposkan oleh kampungnet di 06.33 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBerbagi ke Google Buzz


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar